Menolak Radikalisme Habib Rizieq dan FPI Saya bisa berteman dengan siapapun, tanpa pandang agama dan latar belakangnya apa. Saya berteman dengan saudara-saudara kita yang non Muslim, yang Syiah, Ahmadiyah, dan aliran kepercayaan apapun, bahkan dengan yang tidak beragama sekalipun. Komitmen itu bisa saya lakukan dengan sebab berada dalam naungan NKRI. Di mana Pancasila menjadi ideologi Negara sebagai titik-temu (kalimatin sawa) perbedaan. Saya lebih menaruh hormat kepada siapapun, bukan Muslim (tidak beragama Islam), sepanjang ia komitmen pada Pancasila dan NKRI. Karena itulah saya menolak radikalisme Habib Rizieq Shibab dan ormasnya Front Pembela Islam (FPI). Habib Rizieq dan FPI mengaku Muslim tetapi akhlaknya bertentangan dengan Islam dan Pancasila. Secara personal saya bisa hormat kepada siapapun, kepada Habib Rizieq dan para aktivis FPI. Tetapi secara komitmen kebangsaan saya, Habib Rizieq dan FPI bisa berlawanan. Maka radikalisme Habib Rizieq dan FPI akan saya lawan. Sebab Isl...